Atta Positif Covid-19 Lagi, Begini Penjelasan Pakar Epidemolog

Atta Positif Covid-19 Lagi? Begini Penjelasan Pakar Epidemolog

Selebritas Atta Halilintar ulang terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19). Kabar selanjutnya dari account instagramnya telah terkonfirmasi, @attahalilintar, Kamis (22/4) malam. “Shock!! saya Positif COVID-19 ulang untuk ke-2 kalinya,” kata Atta yang juga mengunggah fotonya tengah melakukan cek tim medis. Atta yang merupakan salah satu member dari agen judi bola sbobet menceritakan mulanya ia jalankan tes swab lantaran dapat pergi ke Solo, Jawa Tengah. Namun, hasil tes swab menyatakan bahwa ia positif Covid-19 sehingga secara terpaksa ia harus isolasi independen dan melanjutkan pekerjaan seadanya dari rumah.

Menurut Atta, padahal sejak kemarin sang istri Aurel Hermansyah yang mengalami demam. Ternyata, setelah usai tes swab, ia positif Covid-19. Aurel pun mendapat permintaan oleh dokter untuk jalankan isolasi independen sepanjang 5 hari ke depan. Atta meminta dapat langsung sembuh berasal dari paparan virus corona. “Untuk temen2 yang abis ketemu saya mirip istri mohon langsung swab ya,” ujarnya.

Pakar Epidemolog Menanggapi Kasus Atta Yang Positif Terpapar Covid-19 Untuk Kedua Kalinya

Atta Positif Covid-19 Lagi, Begini Penjelasan Pakar Epidemolog

Dicky melanjutkan, reinfeksi biasanya punya tanda-tanda sedang. Meski demikian, reinfeksi dapat menyebabkan kematian. “Pertama mesti kita pahami reinfeksi secara definisi adalah infeksi ke-2 setelah penderita ini pernah terinfeksi covid terbukti bersama dengan hasil laboratorium,” ujarnya, Minggu (25/4/2021). Penetapan diagnosa reinfeksi sesungguhnya tak mudah. Hal selanjutnya karena tak seluruh orang menyadari ia pernah terinfeksi atau tidak.

“Nah jika berbicara reinfeksi penyebabnya adalah pada hal lain karena viral load yang tinggi karena ia ke area ramai, mudik dan sebagainya, sebagai paparan tinggi pada akhirnya terinfeksi lagi,” lanjut Dicky. Terlebih bersama dengan terdapatnya virus varian baru dapat saja turunkan efikasi antibody yang telah terbentuk pada infeksi yang pertama. Selain itu aspek lain penyebab reinfeksi karena masalah sistem imunitas tubuh layaknya pada penderita kanker atau mereka yang terima imunosupresi.

“Sehingga berarti walau kita telah pernah terinfeksi bukan berarti aman. Tidak,” tegasnya. Dalam data yang ia paparkan potensi reinfeksi kepada penyintas kurang lebih 10 prosen pada sampel pada usia 18 hingga 20 tahun bersama dengan stamina bagus. Anak muda yang menjadi penyintas virus, Dicky tegaskan, senantiasa dapat terinfeksi kembali.

Ia mengimbau pentingnya vaksin untuk seluruh golongan juga yang telah pernah terinfeksi atau penyintas keliru satunya agar reinfeksi dapat dicegah. Ke depannya Covid-19 bahkan punya potensi menjadi endemik yang sangat besar. Jika mengacu pada penebakan, seseorang dua atau tiga tahun sekali dapat terinfeksi Covid-19 bersama dengan varian baru.

“Karena itu vaksinasi penting dan mesti termodifikasi. Karna secara lazim potensi penduduk lazim terinfeksi semakin meningkat bersama dengan terdapatnya banyak varian yang dapat ada mutasi di dalamnya yang dapat turunkan efikasi,” jelasnya. Maka dari itu tidak heran banyak pakar kesehatan maupun entertainer memberikan tips kesehatan seperti ala deddy corbuzier.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *